Kamis, 18 November 2010



Assalamualaikum teman, akhwan, ukhti, sista, broder, freunde, sodara sebangsa setanah air, dan para penggemar saya yang budiman….

Sedikit Fakta tentang Debi (yg sudah terungkap dan belum terungkap dan akan segera terungkap)


Fakta 1
Dilahirkan atas takdir Allah dengan wajah yang sangat ke-baby-an, di sebuah Rumah Sakit Islam, tanggal 27 Juni 1994. Dengan kualitas di atas rata-rata. Diklaim sebagai anak paling gemuk yang pernah lahir di keluarga besar gue saat itu bahkan hingga saat ini.
Fakta 2
Memiliki sejarah penamaan yang sangat unik aneh, yaitu: Dahulu kala, di sebuah taman kanak-kanak islam, seorang ibu yang masih muda dan memiliki tampang ke-ibu-an bersama seorang anaknya yang masih kecil dan memiliki tampang ke-imut-an, sedang berada dalam kebingungan dan kebimbangan. Saat itu terjadi percakapan antara guru TK dan si ibu.
Guru TK: siapakah nama anak ibuk yang lucu ini? Mau sekolah di sini ya?
Ibu: (tersenyum) ooo namanya debi.
Guru TK: ooo… debi apa?
Ibu: (terdiam dan berpikir dalam hati)
Anak: (terdiam)
Guru TK: (terdiam)
Terjadilah aksi diam-diaman selama beberapa menit…kemudian,
Anak: (mulai berpikir beberapa nama untuk dirinya, seperti Chantal Debi Concetta, Debi Bieber, Debi Gaga, Debi Swift, Debi Lovato, dll. Kemudian si anak berusaha menyampaikan aspirasinya tersebut)
Ibu: Debi Wulandari! (sambil tersenyum senang dan bangga dengan namanya tersebut)
Anak: (sedih tak berdaya, rencananya gagal sodara-sodara)
Guru TK: (mencatat nama tersebut dengan penuh nafsu seperti seorang malaikat atid yang sedang mencatat amal buruk manusia)
Anak: (ditakdirkan memiliki nama tersebut dari ayunan TK sampai liang lahat)
Fakta 3
Memiliki seorang ibu yang “mungkin” memiliki darah bule, sehingga ibunya mirip bule. Tapi anaknya harus terkena dampak tragis dari Global Warming, sehingga sama sekali tidak memiliki unsur bule seperti ibunya.
Fakta 4
Kata nyokap dulu pas gue masih baby, gue mau diikutin kontes bayi sehat gitu, tapi pas mau hari H nya gue digigit nyamuk. Dasar nyamuk durjana!
Fakta 5
Akhir-akhir ini mempunyai hobi terlarang bagi para wanita belia seperti gue, yaitu ngorekin jerawat (haduuh!).
Fakta 6
Selain hobi terlarang seperti yang disebutkan di atas, belakangan ini gue juga hobi tidur.
Fakta 7
Gue adalah penggemar berat Chantal Della Concetta. Tau nggak? Kalo nggak tahu tanya sama mbah google. Oh ya, gue bangga karena tanggal ulang tahun gue hampir mirip sama tanggal ulang tahunnya tante Chantal. Bangga saya! (Bahagia)
Fakta 8
Di SMA gue tergabung dalam sebuah perkumpulan anak-anak imut se-kecamatan masing-masing. Yang menyebut diri mereka Jungle. Walaupun jungle berarti hutan kami tetap baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung (nggak nyambung).  Semuanya adalah penggemar  Justin Bieber, mulai dari penggemar kelas ringan sampai penggemar kelas  berat.
Fakta 9
Waktu SD gue juara kelas terus. (Sombong ya? Itulah kehidupan sodara-sodara. Terimalah kebenaran meskipun itu pahit).
Fakta 10
Di kelas ada seorang teman gue kita, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya) *namanya gue samarin aja supaya teman gue tersebut nggak malu dunia akhirat. Yang khilaf dan dibutakan oleh setan durjana, sehingga dia menganggap hidung gue imut (yang pengen muntah dipersilahkan dengan hormat). Ya Allah terimalah segala kebaikannya di sisi Mu.
Fakta 11
Hari Sabtu tanggal 13 bulan November tahun2010 jam 16.47 merupakan waktu yang sangat bersejarah dalam hidup gue. Setelah 15 tahun gue hidup di dunia yang fana ini, gue berhasil menshooting bola basket dengan indah dan dengan efek slow motion ke dalam keranjang yang dilanjutkan dengan tepuk tangan riuh penonton serta lampu blitz kamera disertai suara gemuruh yang menggelora dan dilanjutkan dengan munculnya cahaya surga dan kemudian turunlah seorang malaikat Atid ke dunia ini untuk mencatat sejarah tersebut ke dalam diary nya disertai tangisan haru guru olahraga yang membahana ke angkasa. Terima kasih Justin Bieber. (?)
Fakta 12
Memiliki kebiasaan yang dilarang dalam Asosiasi Gadis-Gadis Imut Anti Jorok (AG2IAJ) yaitu kalo bangun tidur gue suka burping gituh (bahasa kerennya sendawa). *Ini berlangsung selama beberapa menit di dalam kamar mandi. 
Fakta 13
Gue suka ketiduran di dalam angkot. Walaupun ada ribuan bau yang nge-blend secara sempurna didalam angkot dan lagu-lagu dangdut yang berhasil membuat suasana semakin panas, gue tetap bisa tidur dengan pose putri duyung tidur. Biasanya gue terbangun setelah gue sadar bahwa seorang paparazzi depresi sengaja memfoto gue dan berhasil membuat dunia Hollywood yang jauh di sana heboh, kemudian terjadilah berbagai tindakan anarkis dan demo besar-besaran di berbagai belahan dunia dan akhirat untuk mencekal gue, sehingga Metro TV menjadikan berita ini sebagai Headline News dan Top Picture dalam acara Top Nine News yang dibawakan oleh news anchor bernama Eva Julianti. (boong)
Sekian “sedikit fakta tentang Debi” yang berguna untuk mengklarifikasi beberapa kabar burung yang beredar di infotainment dalam dan luar negeri melintasi berbagai galaksi, bahkan penghuni surga pun telah mendengar kabar burung tersebut yang disampaikan langsung oleh burung ababil, sehingga di pintu surga dipasanglah poster pencekalan terhadap seorang Debi Wulandari. Semoga setelah terpost nya postingan ini, para blogger di surga dapat menyebarluaskan berita ini, demi kemaslahatan penduduk bumi kita yang tercinta. Stop Global Warming!
 Baiklah, sebelum pak Nof semakin merasa berdosa karena telah memerintahkan muridnya untuk ngeblog, marilah kita tutup acara ini dengan mengucapkan istighfar dan jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum tidur dengan tanah sebanyak tujuh kali dan dilanjutkan dengan mandi wajib dengan niat demi keridhoan Allah SWT. Akhir kata Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Jumat, 12 November 2010

Indonesian Youth Pledge

On October 28, 1928, Indonesian youth nationalists from all over the country proclaimed a historic Youth Pledge, known as “Sumpah Pemuda”, for a unity of homeland, nation and language. This pledge helped Indonesia’s unification in Indonesia’s struggle for Independence. Ever since then, the Youth Pledge has been the quintessential symbol marking youth’s role and involvement in a nation building and development.




As a youth, and as an Indonesian, one could not help but to question whether any development has occur within the youth’s movement in the past 79 years. In evaluating this situation, we shall first analyze the challenges faced by each youth movement. This analysis is needed because the characteristic of a youth’s movement is largely intertwined with the challenges faced by such movement. Hence a comparative analysis on the characterization of the youth’s movement and its challenges before and after 1928 has to be employed.

Youth’s movement before the year of 1928 faces the challenge of colonialism and the repression of any freedom, particularly for any freedom of expression and right to education. This challenge is not only faced by Indonesian youth movement, but almost any other movement in any colonized territory. Specifically in Indonesia, the youth movement is characterized with segregation. This character is due to nature of multicultural Indonesia which is comprised more than 300 ethic groups and 200 different languages that stretch across 1,919,440 km². Along with this nature is the divide et impera’s politic employed by the Dutch colonialism.

The second character of youth’s movement pre-1928 is how it was led by intellectuals that reside in foreign countries. This character is mostly caused by the nature of education provided by the Dutch colony in Indonesia by that time. Education in Indonesia was only limited to an exclusive class of society, and focused on professional training rather than on higher graduate education. This tendency occurs because the Dutch colony’s need to have employees in the bureaucracy and equality of the Dutch children residing in Indonesia while trying to prevent any movement for independence on Indonesia’s part.

The youth’s movement after 1928, particularly after Indonesia’s independence, faces challenges that are different from the challenges faced by the youth movement before 1928. The challenges faced by nowadays youth movement are the fight for democracy and human right, global economy, free trade, and Indonesia’s position within the world’s economic and political realm.

Although the different challenges being faced by nowadays youth movement, there are similar traits from which we may take lessons from. The nature of these challenges are actually same, in spite of its’ different outlook. There still exist, however, a tension between the developed and developing countries, and many views free trade as consequence of globalization is a tool of neo-colonization. Therefore, despite the different outlook that nowadays challenges presents, we are still facing the same demon: colonization.

Moreover, if we compared the second character of youth movement, the number of intellectuals that reside in foreign countries is not too much difference either. The number of intellectuals residing in foreign countries is still and even higher than pre-1928. For instance, there are around 20.000 Indonesian youth intellectuals in Australia, 26.000 in Malaysia, 5000 in Egypt and more than hundred thousands spread in United State, Europe, India, Japan and others.

Based upon this comparison, there are certain actions that could be taken by the present youth movement, particularly for the youth living and/or residing in foreign countries, to handle the national and international challenges.

First, in fighting against the challenges by the outside world, Indonesia would first need strength. Indonesia’s strength would only be derived from Indonesia’s unity. In this context the internal structure within Indonesia has to be strengthened for escalating Indonesia’s reputation worldwide. The sense of nationalism and our national character need to be encouraged and grown. And not less important that in order to balance individual necessity to provide for basic needs while balancing our civic duty to uphold the nations’ and collective needs, each of us should advocate for a better Indonesia by upholding the political, moral and economical standard for ourselves.

Second, intellectuals residing in foreign countries can have much more access to sources that are not available in Indonesia. Thus, we must always remember to transfer the knowledge, information and technology gained by all means, such as writing in mass media, mentoring, giving lectures, conducting seminars or workshop for people who reside in Indonesia. This is similar to what was done by the intellectuals residing in the Netherlands that established the “Pendidikan Nasional Indonesia” (Indonesian National Education) which aims to share the education and knowledge gained with fellow Indonesians.



Third, the fact that we are all Indonesians means that we all represent Indonesia either we are residing in Indonesia or abroad. By being outside of Indonesia, one is held up to a higher standard than the one being held in Indonesia, because one then becomes an unofficial ambassador of Indonesia in every aspect. We reflected on Bung Hatta’s experience that gained friendship with Jawaharlal Nehru in seminars against colonialism. This friendship then developed into diplomacy, and this diplomacy helped Indonesia when Nehru takes sides and supported Indonesia’s independence in front of the United Nations right after 1945.

Bearing in mind that the past experience had shown us how we are able to make changes through actions taken in foreign countries that would eventually shape and influence the national development that will bring Indonesia become a greater nation. Unfortunately, till today there has not a global unity among Indonesian youth across the world nor enough coordination and communication between domestic and international youth movement. Consequently, the youth movement and its role are become powerless to tackle current challenges.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Bukittinggi

Bukittinggi
Clock tower and main square

Seal
Motto: Saayun Salangkah
(Minangkabau: Same turn, same step)
Bukittinggi is located in Indonesia
Bukittinggi
Location of Bukittinggi in Indonesia
Coordinates: 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917Coordinates: 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917
Country Indonesia
Province West Sumatra
Area
 - Total 25.24 km2 (9.7 sq mi)
Elevation 930 m (3,051 ft)
Population (2000)
 - Total 91,983
 Density 3,644/km2 (9,437.9/sq mi)
Time zone WIB (UTC+7)
Website www.bukittinggikota.go.id   

Bukittinggi (Indonesian for "high hill") is one of the larger cities in West Sumatra, Indonesia, with a population of over 91,000 people and an area of 25.24 km². It is situated in the Minangkabau highlands, 90 km by road from the West Sumatran capital city of Padang. It is located at 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917, near the volcanoes Mount Singgalang (inactive) and Mount Marapi (still active). At 930 m above sea level, the city has a cool climate with temperatures between 16.1°-24.9°C.

History

Fort de Kock in 1826
The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace.[1]
The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock.[2] The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy.[3] In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population.[4] A rail line connecting the city with Payakumbuh and Padang was constructed between 1891 and 1894.[5]
During the Japanese occupation of Indonesia in World War II, the city was the headquarters for the Japanese 25th Army, the force which occupied Sumatra. The headquarters was moved to the city in April 1943 from Singapore, and remained until the Japanese surrender in August 1945.[6]
Mosque in central Bukittinggi
During the Indonesian National Revolution, the city was the headquarters for the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI) from December 19, 1948 to July 13, 1949. During the second 'Police Action' Dutch forces invaded and occupied the city on December 22, 1948, having earlier bombed it in preparation. The city was surrendered to Republican officials in December 1949 after the Dutch government recognized Indonesian sovereignty.[7]
The city was officially renamed Bukittinggi in 1949, replacing its colonial name. From 1950 until 1957, Bukittinggi was the capital city of a province called Central Sumatra, which encompassed West Sumatra, Riau and Jambi. In February 1958, during a revolt in Sumatra against the Indonesian government, rebels proclaimed the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) in Bukittinggi. The Indonesian government had recaptured the town by May the same year.
A group of Muslim men had planned to bomb a cafe in the city frequented by foreign tourists in October 2007, but the plot was aborted due to the risk of killing Muslim individuals in the vicinity.[8] Since 2008 the city administration has banned Valentine's Day and New Year's celebrations as they consider them not in line with Minangkabau traditions or Islam, and can lead to "immoral acts" such as young couples hugging and kissing.[9]

Administration

Bukittinggi is divided in 3 subdistricts (kecamatan), which are further divided into 5 villages (nagari) and 24 kelurahan. The subdistricts are:
Guguk Panjang, Mandiangin Koto Selayan, and Aur Birugo Tigo Baleh.

Transportation

Bukittinggi is connected to Padang by road, though a dysfunctional railway line also exists. For inner-city transport, Bukittinggi employs a public transportation system known as Mersi (Merapi Singgalang) and IKABE that connect locations within the city. The city also still preserves the traditional horse-cart widely known in the area as Bendi, although the use is limited and more popular to be used as vehicle for tourist, both domestic and foreign.

Tourism

It is a city popular with tourists due to the climate and central location. Attractions within the city include:
Sianok Canyon
  • Ngarai Sianok (Sianok Canyon)
  • Lobang Jepang (Japanese Caves) - a network of underground bunkers & tunnels built by the Japanese during World War II
  • Jam Gadang - a large clock tower built by the Dutch in 1926.
  • Pasar Atas and Pasar Bawah - traditional markets in downtown.
  • Taman Bundo Kanduang park. The park includes a replica Rumah Gadang (literally: big house, with the distinctive Minangkabau roof architecture) used as a museum of Minangkabau culture, and a zoo. The Dutch hilltop outpost Fort de Kock is connected to the zoo by the Limpapeh pedestrian overpass.
  • Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta (Museum of Bung Hatta Birthplace) - the house where Indonesian founding father Mohammad Hatta was born, now a museum. [10]

JARINGAN KOMPUTER



Pengertian Jaringan Komputer
Pengertian dari Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, serta perangkat-perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, ataupun perangkat-perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan disebut dengan node. Dalam sebuah jaringan komputer dapat mempunyai dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
Sejarah Jaringan Komputer
Di Tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai
tercipta superkomputer, maka sebuah komputer harus melayanibeberapa terminal. untuk itu ditemukan konsep distribusi.
Proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time
Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan
(network) komputer pada lapis aplikasi.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host
komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi
komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya
berkembang sendiri-sendiri.
Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk
oleh Departement of Defence (DoD) USA. Pada tahun 1967 desain
awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar
pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan
sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini
dikenal dengan nama ARPANET).
Memasuki tahun 1970-an, sudah lebih dari 10 komputer berhasil
dihubungkan sehingga komputer-komputer tersebut bisa berkomunikasi
satu sama lain. Tahun 1972 Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan
program e-mail yang ia ciptakan satu tahun sebelumnya untuk ARPANET.
Program ini begitu mudah dan langsung populer dengan memperkenalkan
ikon @ yang berarti “at” atau “pada”.
Tahun 1973 jaringan komputer ARPANET berkembang luas keluar Amerika
Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer
pertama di luar USA yang menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada
tahun yang sama, 2 orang ahli komputer, Vinton Cerf dan Bob Kahn
mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi
cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini
untuk pertama kalinya dipresentasikan di Sussex University
Hari bersejarah berikutanya adalah pada tanggal 26 maret 1976,
ketika Ratu Inggris berhasil mengirim e-mail dari Royal Signal and
Radar Enstablishment di Malvern. Setahun kemdian sudah lebih dari
100 komputer yang tergabung di ARPANET membentuk sebuah network.
Pada tahun 1979 Tom Truscott, Jim Ellis, dan Steve Bellovin
menciptakan newsgroup pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981
France Telecom menciptakan gebrakan baru dengan meluncurkan telepon
TV pertama, dimana orang bisa menelphone sambil melihat lawan
bicaranya melalui video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak,
maka dibutuhkan suatu protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan
Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Contron Protocol/Internet
Protocol (TCP/IP) yang kita kenal hingga saat ini.
Pada tahun 1984 diperkenalkan Domain Name System (DNS) yang merupakan
sistem penamaan masing-masing komputer yang terhubung jaringan. Telah
terhubung lebih dari 1000 unit komputer hingga tahun 1984 itu dan pada
tahun 1987 komputer yang terhubung melebihi angka 10.000 unit.
Pada tahun 1988 Jarko Oikarinen dari Finland menemukan da memperkenal-
kan IRC dan setahun kemudian jumlah komputer yang terhubung melonjak 10
kali lipat (lebh dari 100.000 unit komputer)
Tahun 1992 adalah tahun yang paling bersejarah ketika Tim Berners Lee
Menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu
komputer dengan komputer lain. Program ini disebut www (World Wide Web)
yang kemudian memunclkan istilah surfing (menjelajah) atau browsing.
Jenis-Jenis Jaringan Komputer
1. Local Area Network (LAN)


Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce,misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
2. Metropolitan Area Network (MAN)


Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3. Wide Area Network (WAN)


Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesinmesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
4. Internet


Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang
seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
5. Jaringan Tanpa Kabel


Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
Macam-Macam Topologi Jaringan
Topologi Bus


Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
Topologi Star/Bintang

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
Topologi Ring/Cincin

Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_cincin
Topologi Mesh

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_mesh
Topologi Tree

Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
Topologi Linier
Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.
Tipe konektornya terdiri dari
1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor
2. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer
3. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC
4. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.
Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :
* Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
* Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
Topologi Peer To Peer

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.
Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer:
1. Sharing resources
Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
2. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.
3. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.
4. Pengembangan dan Pemeliharaan
Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat digunakan secara bersama – sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada komputer pusat.
5. Keamanan Data
Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.
6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.

Minggu, 10 Oktober 2010